Rabu, 29 Desember 2010

Langsing (gak gemuk gak kurus)

 Gajah, kerbau berbadan besar, padahal mereka hanya makan rumput yang nyaris tanpa lemak, karbohidrat dan gula. Penyebab gemuk bukan adalah kuantitas. Iping menawarkan metode kualitatif untuk mengubah orang gemuk jadi langsing permanen.
  Dede (23) adalah contoh gadis yang belasan tahun hidup dalam kegemukan. "Dengan tinggi 165 cm, berat badan saya 85 kg. Berbagai usaha menyusutkan badan telah dicoba, dari mulai obat murah hingga mahal asal negeri jiran, tak pernah berhasil. Aerobik empat hari dalam seminggu tidak bisa juga mengecilkan ukuran jins maupun baju," cerita karyawati swasta ini.

 Akhirnya Dede memutuskan tidak makan, kecuali satu butir apel setiap kali perutnya lapar. Alhasil, kesehatannya memburuk. Ia jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Beruntung, suatu kali ia bertemu Iping, yang menawarkan metode kualitatif.

 "Semula saya meragukan karena nama metodenya begitu asing. Meski demikian, setelah mencoba sebulan, berat badan menyusut hingga sembilan kg. Sekarang berat badan saya tinggal 57 kg," ucapnya bangga.


 Pengalaman serupa dikisahkan Claudia (38). Saat gadis, tubuhnya kurus, berat badannya hanya 42 kg dengan tinggi 163 cm. Namun, setelah hamil dan melahirkan, bobotnya melonjak menjadi 75 kg. Ibu rumah tangga ini lalu mencoba berbagai cara, salah satunya suntik.


 "Cara suntik bisa menurunkan berat saya hingga dua kg. Sayangnya, saya jadi gagap, pelupa, mudah marah, dan libido menurun. Saya pun menghentikannya. Akibatnya berat badan kembali merangkak naik," papar Claudia.


 "Untunglah, setelah mengenal metode kualitatif, berat badan saya stabil di kisaran angka 52 kg. Saya pun bebas makan bakso, pizza, es krim kesukaan saya," tambahnya.

Perkecil mesin pencernaan

 Prinsip metode kualitatif, kata Iping, adalah memperkecil "mesin" pencernaan, terutama kapasitas lambung. Jika orang gemuk ingin menjadi langsing secara permanen, ia harus mengecilkan alat pencernaannya menjadi seperti alat pencernaan orang kurus atau langsing.

 Metode Iping ini menjadikan sistem pencernaan sebagai poin utama. "Bila sistem pencernaan orang gemuk sudah seperti orang kurus, tubuh langsing akan mudah terbentuk tanpa harus menghindari makanan yang diklaim bisa menggemukkan seperti pizza, cakes, atau steak berlemak," kata Iping, yang sebenarnya enggan diekspos ini.


 Dalam teori kualitatifnya, makanan berlemak bukan penyebab timbulnya kegemukan. Menurut pandangannya, makanan berlemak justru mengandung protein tinggi.


 "Protein berfungsi untuk mempercepat pergantian sel-sel tubuh yang rusak. Lagipula, beberapa vitamin, yaitu E, A, D, dan K, hanya dapat larut dalam lemak. Hasilnya, orang yang menjalani metode kualitatif umumnya memiliki kulit muka dan tubuh cemerlang," sebut pria kelahiran Jakarta yang mengenalkan metode kualitatif pada tahun 2003 ini.

 Metode kualitatif Iping ini akan menghasilkan tubuh yang langsing dan sehat tanpa "meninggalkan" aneka jenis makanan. Yang diperlukan adalah perubahan perilaku dan menjalani kebiasaan layaknya orang kurus. Contohnya, mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi dan protein tinggi. Volume makanan sedikit, tetapi kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Pasien menentukan sendiri

 Orang gemuk, ujar Iping, sering membohongi diri sendiri. Kala muncul keinginan untuk makan karena tergiur selera, meski perut sudah kenyang, tetap menyantapnya.


 "Dengan melakukan perubahan sistem pencernaan, perilaku dan kebiasaan ikut diubah. Dengan cara itu diharapkan orang dapat menjadi langsing secara wajar. Anda tak perlu menghindari suatu jenis makanan atau melakukan suatu kegiatan untuk membakar sejumlah kalori," sebut terapis yang mahir dalam praktik akupresur, akupuntur, dan chikung ini.

 Ada kalanya ia mengintervensi dengan akupresur atau akupuntur. Namun, intervensi itu tergantung penyakit yang menyertai. Selanjutnya pasien tinggal menentukan sendiri ukuran porsi maksimum makanan yang dikonsumsi. Apakah setengah porsi untuk menurunkan berat badan dua kg per minggu, tigaperempat porsi untuk satu kgper minggu, atau bahkan satu porsi agar tetap stabil.

 Selain memberi edukasi, peran Iping sebagai terapis lebih untuk memperbaiki sirkulasi darah, fungsi metabolime, ditambah menyembuhkan penyakit penyerta, melunakkan otot perut, serta mengecilkan perut, tangan, kaki, dan bagian tubuh lain. Peran mengendalikan nafsu makan dan memperkecil hasrat makan pun ada di tangannya.

 Tertarik?

Tabel Menu Pelangsingan

 Jadwal makan teratur tiga kali sehari pada waktu yang sama atau konsisten, yaitu makan pagi (pukul 07.00-08.00, 08.00-09.00, atau 09.00-10.00), siang (12.00-13.00 atau 13.00-14.00), malam (18.00-19.00 atau 19.00-20.00).


Berikut menu yang ditawarkan Iping untuk yang kegemukan:

1. Menu Makan Pagi

A. Susu atau kopi atau teh atau cokelat manis sebanyak 250ml.

B. Telur 1 butir (direbus atau digoreng).

C. Roti tawar 2 lembar atau oatmeal 1 mangkuk.

 Menu di atas adalah maksimal, jika tidak dapat mengonsumsi sebanyak itu boleh dikurangi menjadi A ditambah B atau A ditambah C saja.

2. Menu Makan Siang/Malam

A. Sapi/kambing 80-100 gr atau ayam/ikan 150-200 gr atau telur ayam/bebek 2 butir

(cara penyajian bebas).

B. Sayuran/tahu/tempe secukupnya (cara penyajian bebas).

C. Nasi putih/mi/kentang secukupnya (cara penyajian bebas).

D. Jus buah (buah yang tidak asam)/air putih/teh manis/es krim 250 ml.

 Yang wajib dikonsumsi adalah A. Jika mau mengurangi, pilih B atau C. Penderita diabetes dapat mengabaikan menu C dan tidak minum teh manis. A saja (daging sapi/kambing) ditambah D, sebagai metode super intensif untuk menurunkan berat badan 3-4 kg dalam seminggu.

3. Menu Selingan Sore

 Jika merasa lapar di antara waktu makan siang dan malam (sekitar pukul 15.00-16.00 atau 16.00-17.00), ada pilihan makanan yang bisa dikonsumsi agar tidak merasa lapar hingga saat makan malam tiba, yaitu:

A. Susu/kopi/teh/cokelat manis 150 ml (tanpa pemanis buatan, gunakan gula asli atau madu).

B. Biskuit 2-3 keping.

 Menu di atas dikonsumsi, jika perlu A atau B, atau A di tambah B. Penderita diabetes minum tanpa gula.

4. Menu Selingan Malam

 Jika rasa lapar mengganggu karena tidur larut malam, menu sebelum tidur sama dengan menu selingan sore. Hanya pada menu A pilihannya susu manis atau cokelat manis saja.

 Saat menjalani terapi metode kualitatif, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan pedas dan asam. Buah hanya dikonsumsi saat makan siang/ malam, tidak boleh minum air/ jus berlebihan dan berolahraga menggunakan beban/alat yang efeknya akan mengeraskan otot.

 Catatan lain, jika berat badan di atas 100 kg, tahap pertama terapi boleh menentukan 4-5 kali makan dalam sehari, tetapi waktunya harus konsisten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih..